Dalam berbisnis modal tidak selalu harus berarti uang, tapi bisa berupa skill, kepercayaan, networking, kreativitas, dan lain sebagainya. Kalau pun perlu uang, jangan salah, tidak harus uang sendiri. Berikut ini tips memulai bisnis tanpa uang tunai :


1. Pembayaran di muka

Seorang direktur teman saya yang bergaji Rp 50 juta perbulannya, saya sarankan untuk hidup cukup dengan Rp 20 juta saja perbulan. Sisanya yang Rp 30 juta dijadikan uang muka untuk mencicil 2 mobil daihatsu xenia dengan cicilan Rp 3 juta perbulannya. Mobil tersebut lalu disewakan keperusahaan lain dengan biaya sewa Rp 5 juta perbulan. Setiap bulan ia mencicil 2 mobil.Dan setahun ia sudah memiliki 24 mobil. Kini keuntungan dari Rp 48 juta perbulannya. Lain lagi dengan teman saya Si Andrew. Dia membeli rumah di daerah Pondok Indah dengan harga Rp 800 juta. Dia dapat kredit bank sebesar Rp 1,1 milyar. Sisanya 300 juta digunakan untuk renovasi rumah yang disulapnya menjadi kos-kosan dengan 30 kamar full AC. Andrew mendapat penghasilan Rp 30 juta perbulannya dari kos-kosan miliknya. Sedangkan cicilan kebank hanya Rp 25 juta perbulan.

2. Kerja sama modal

Kalau mau bisnis sementara modal yang anda miliki cekak, tak usah khawatir. Cari orang lain yang bisa diajak kerjasama patungan modal. Hal ini yang biasa dilakukan teman saya, Yonathan seorang pengembang di Tangerang. Dia mengajak dua orang temannya patungan untuk patungan menggarap sebuah proyek properti di daerah kalideres, tangerang. Hebatnya, dengan modal patungan yang sangat minim sekali, kira-kira hanya cukup modal operasi dan promosi, tidak untuk membebaskan tanah beberapa hektar yang nilainya milyaran. Lalu Yonathan mengajak orang betawi pemilik tanah setempat untuk menyulap tanahnya jadi perumahan modern. Tentu orang betawi senang mendapat satu rumah baru plus harga tanah dibayar setelah rumah tersebut laku. Itulah kreativitas Yonathan dan teman-temannya.

3. Bagi hasil

Para mahasiswi di Universistas Indonesia jakarta memiliki kebiasaan mencari tambahan uang disetiap bulan Ramadhan. Mereka biasa membawa kerudung, busana muslim di kawasan jalan margonda, Depok. Dengan hanya menitipkan kartu mahasiswa maka mereka tidak perlu membayar karena sudah biasa dan dipercaya. Busana muslim tersebut mereka jual kepada teman-teman dikampus, saudara dan tetangga mereka dirumah. Setiap barang yang mereka jual laku mereka setorkan kerumah ,mode muslim dengan diskon 10-25%.

4. Menjadi konsultan

Jadi konsultan adalah propesi yang lagi ngetren belakangan ini. Betapa tidak modalnya hanya beberapa lembar kertas untuk bikin proposal penawaran. Selanjutnya tinggal presentasi dan bila konsepnya diterima, tinggal minta DP (Down Payment) untuk pekerjaan.

5. Membayar di belakang

Ada satu istilah dalam versinya Robert kiyosaki : Uang Baik - Uang Jelek, Kredit Lancar - Kredit Macet. Yang dimaksud uang jelek dan kredit macet adalah ketika anda membeli segala sesuatu dengan menggunakan kartu kredit, akhir bulan akan datang tagihannya. Lalu anda akan membayar semua itu dengan gaji sebulan dikantor.Lalu bagaimana dengan uang baik atau kredit lancar? Tommy di thamrin memiliki kartu kredit platinum dengan limit 30 juta. dengan mudahnya dia membeli gula, minyak, indomie, dan telur dengan hanya satu gesekan kredit. Dia membangun toko sembako. Belum lama dua minggu semua barang dagangannya sudah habis. kemudian dia lunasi pinjaman kartu kreditnya dengan tanpa kenal bunga karena belum jatuh tempo. Dia cuma membayar Rp 500 ribu setahun untuk masing-masing kartu alias Rp 1,5 juta setahun, tapi omset setahunnya bisa mencapai puluhan miliyar. Inilah cara yang dinamakan bayar dibelakang.