Tampilkan postingan dengan label Tugas SBP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas SBP. Tampilkan semua postingan

Dosen : Emi Susilowati, S.Kom, ST

Pernyataan IF

Pernyataan if mempunyai pengertian, “Jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan
dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.
Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut :

Gambar 1


Penulisan kondisi harus didalam tanda kurung dan berupa ekspresi relasi dan penulisan pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan tunggal, pernyataan majemuk atau pernyataan kosong.
Jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk, bentuk penulisannya sebagai berikut :


if (kondisi)
pernyataan;

Jika lebih dari satu pernyataan hasu diapit dengan tanda kurung kurawal.

if (kondisi)
{
pernyataan;
……….
}

Pernyataan IF-ELSE

Pernyataan if mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka perintah-1 akan
dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”. Dari pengertian
tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut :

Gambar 2

Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal, pernyataan majemuk atau pernyataan kosong.
Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk, bentuk penulisannya sebagai berikut:

if (kondisi)
pernyataan-1;
else
pernyataan-1;

Jika lebih dari satu pernyataan hasu diapit dengan tanda kurung kurawal.

if (kondisi)
{
perintah-1;
…
}
else
{
perintah-2;
…
}

Pernyataan NESTED IF

Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya.
Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah :

if(syarat)
if(syarat)
… perintah;
else
… perintah;
else
if(syarat)
… perintah;
else
… perintah;

Pernyataan IF – ELSE Majemuk

Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya mirip dengan nested if,
keuntungan penggunanan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana.

Bentuk penulisannya :

if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else
{
… perintah;
… perintah;
}

Pernyataan SWITCH – CASE

Bentuk dari switch – case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif.
Pernyataan switch – case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat, tetapi penggunaannya hanya untuk memeriksa data yang bertipe primitif integer saja.
Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut :

switch (ekspresi integer)
{
case konstanta-1 :
… perintah;
… perintah;
break;
case konstanta-2 :
… perintah;
… perintah;
break;
……
……
default :
… perintah;
… perintah;

Setiap cabang akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi.
Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch.
Jika pernyataan ini tidak ada, maka program akan diteruskan kecabang – cabang yang lainnya.

Operator ?:

Operator ?: disebut dengan Conditional Operator atau Operator Kondisi yang digunakan untuk menyeleksi nilai untuk mendapatkan hasil dari kondisi yang diseleksi.
Operator ?: ini tergolong kedalam operator ternary.
Bentuk Penulisan :

Ekspresi Logika-OR ? Ekspresi : Ekspresi Kondisi

Pernyataan FOR
Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut :

for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )

Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan didalam tanda kurung.

for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
}

Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah :

Inisialisasi : merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabel – variabel tertentu.
Syarat Pengulangan : memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.
Pengubah Nilai Pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.

Pernyataan Nested – For

Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya.
Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut :

for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah)
{
pernyataan / perintah;
}
}

Didalam penggunaan nested-for, perulangan yang didalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai, kemudian perulangan yang diluar diselesaikan.

Perulangan Tidak Berhingga

Perulangan tak berhingga merupakan perulangan (loop) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus, hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop.

Pernyataan WHILE

Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan perulangan for.
Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu, yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi.
Bentuk umum perulangan while, sebagai berikut :

while ( syarat )
Pernyataan / perintah ;

Bentuk umum perulangan while, dengan lebih dari perintah / pernyataan, sebagai berikut :

while ( syarat )
{
Pernyataan / perintah ;
Pernyataan / perintah ;
}

Pernyataan DO – WHILE

Pernyataan perulangan do – while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.
Bentuk umum perulangan do – while, sebagai berikut :

do
pernyataan / perintah ;
while ( syarat );

Bentuk umum perulangan do – while, dengan lebih dari perintah / pernyataan, sebagai berikut:

do
{
Pernyataan / perintah ;
Pernyataan / perintah ;
}
while ( syarat );

Pernyataan BREAK

Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch.
Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan (for, while dan do-while).
Jika pernyataan break dikerjakan, maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan (loop).

Pernyataan continue

Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama, dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi, tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut.

Dosen : Emi Susilowati, S.Kom, ST

Element Bahasa Pemrograman Lanjutan.

1. Identifier (Pengenal)

2. Keyword (Reserve)

3. Operator

4. Komentar

1. Identifier

Identifier merupakan kumpulan karakter yang digunakan sebagai penanda

untuk nama variable, nama tipe data, fungsi, prosedur, dan sebagainya.

2. Keyword

Keywords atau Reserved words merupakan kata-kata yang telah

ada/didefinisikan oleh bahasa pemrograman yang bersangkutan. Kata-kata

tersebut telah memiliki definisi yang sudah tetap dan tidak dapat diubah.

Karena telah memiliki definisi tertentu, maka kata-kata ini tidak dapat

digunakan sebagai identifier.

3. Operator

Operator digunakan untuk menyatakan suatu perhitungan/operasi. Operator yang

digunakan untuk operasi yang melibatkan satu operand disebut unary operator.

Jika melibatkan dua operand maka disebut binary operator, dan jika melibatkan

tiga operand, operator tersebut disebut ternary operator.

Di dalam suatu operasi dapat terdapat banyak operator. Urutan eksekusi dari

operator-operator disebut juga operator precedence. Precedence yang lebih

rendah akan dieksekusi belakangan,

misalnya:

A = 10 + 5 * 2

Karena precedence operator * lebih tinggi daripada operator + maka nilai A adalah

20, diperoleh dari perkalian 5 dan 2, kemudian dijumlahkan dengan 10. Untuk

mendahulukan eksekusi precedence

yang lebih rendah dapat digunakan tanda ( dan ) sebagai contoh:

A = (10 + 5) * 2

Variable A akan memiliki nilai 30, diperoleh dari penjumlahan 10 dan 5, kemudian

dikalikan 2.

3.1 Operator Aritmatika

adalah simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan

sesuatu operasi atau manipulasi, seprti penjumlahan, pengurangan dan lain-lain.

a. Unary, yaitu hanya melibatkan sebuah operand pada suatu ekspresi aritamatika.

Contoh :  – 7

b. Binary, yaitu melibatkan dua buah operand pada suatu ekspresi aritmatika.

Contoh : 13 + 5

c. Ternary, yaitu melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatika.

Contoh  : (8 + 4) * 7 – 5.

Operator Aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :


Operasi pada Java

Operator

Contoh Ekspresi
Perkalian
*

4*5
Pembagian
/

7/2
Sisa Pembagian
%

8%3
Penjumlahan
+

2+9
Pengurangan
-

9-2


3.2 Operator Penugasan

Operator ini digunakan untuk memberi nilai suatu identifier.

seperti :


Operasi

Operator

Contoh Ekspresi

Penggunaan
Perkalian
*=

A = A * 5

A *= 5
Pembagian
/=

A = A / 5

A /= 5
Sisa Pembagian
%=

A = A % 2

A %= 2
Penjumlahan
+=

A = A + 1

A+= 1
Pengurangan
-=

A = A – 4
A – = 4


3.3 Operator Decrement dan Increment

Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Java menyediakan operator penambah dan

pengurang, yaitu digunakan untuk menambah satu dan mengurang satu dari nilai pada dirinya

sendiri. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat

digunakan operator penambah dan pengurang.

Sebagai contoh, terdapat ungkapan aritmatika seperti dibawah ini :

A = A + 1 atau  A = A – 1;   maka bentuk ekspresi tersebut bisa disederhanakan menjadi A += 1

atau A -= 1;  hal ini masih dapat disederhanakan menjadi  A ++ atau A– –.

Notasi “ ++ “ atau “– – “ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel. Bentuk penulisannya

seperti dibawah ini :

A ++  atau  ++A dan A– – atau – –A

Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda. Perbedaan penulisan tersebut,

yaitu :

a. Jika diletakan didepan variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan

sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini, sehingga nilai variabel tadi

akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan, sedangkan

b. Jika diletakan dibelakang variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan

dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini

ditemukan.



3.4 Operator Perbandingan

Operator Pembanding (Comparasion) digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil

perbandingan operator ini menghasilkan nilai Boolean yaitu True atau False.


Operator

Keterangan

==
Sama Dengan ( bukan pemberi nilai )

!=
Tidak Sama dengan

> 
Lebih  Dari

< 
Kurang Dari

>=
Lebih Dari sama dengan

<=
Kurang Dari sama dengan


3.5 Operator Logika

Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah

ungkapan kondisi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai boolean True atau False.


Operator

Keterangan
&& Operator Logika AND
|| Operator Logika OR
! Operator Logika NOT


3.6 Operator Bitwise

Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. Pemrograman Java

menyedikan enam buah operator bitwise.


Operator

Keterangan
~ Bitwise NOT
<< Bitwise Shift Left
>> Bitwise Shift Right
& Bitwise AND
^ Bitwise XOR
| Bitwise OR


4. Komentar

Merupakan suatu pesan yang tidak termasuk sebagai syntax program.

komentar biasa disisipkan untuk menjelaskan program.

//  komentar dalam satu baris



/* komentar lebih dari satu baris

*/



Dosen : Emi Susilowati, S.Kom, ST

Langkah -langkah sistematis dalam pembuatan program.

1.  Mendefinisikan permasalahan

2.  Membuat rumusan untuk pemecahan masalah

3.  Implementasi

4.  Menguji coba dan membuat dokumentasi

Mendefinisikan masalah
Yang dimaksud mendefinisikan permasalahan yaitu kita harus mengerti dengan baik mengenai permasalahan apa yang ingin diselesaikan.

Contoh:

a. Permasalahan menghitung luas lingkaran, dengan data yang diketahui adalah diameter lingkaran.

b. Permasalahan menampilkan bilangan dengan kelipatan tertentu dari 0 hingga range tertentu.

Membuat rumusan untuk pemecahan masalah

Setelah kita mengetahui dengan baik mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan, langkah selanjutnya yaitu membuat rumusan algoritma untuk memecahkan masalah. Rumusan tersebut dapat disusun dalam bentuk pseudocode ataupun flowchart.

Implementasi
Apabila langkah 1 dan 2 belum melibatkan bahasa pemrograman, maka langkah ketiga ini telah mulai melibatkan bahasa pemrograman yang ingin digunakan. Di dalam mengimplementasi algoritma kita akan menentukan bahasa pemrograman apa yang cocok atau ingin kita gunakan. Misalnya Pascal atau Delphi, Basic, dan sebagainya.

Implementasi tersebut tentunya mengacu pada  algoritma yang telah disusun pada langkah sebelumnya, baik itu variable-variable yang digunakan  maupun alur program. Jika program diimplementasikan dengan bahasa pemrograman yang bersifat visual dan event driven (melibatkan desain form dan event-event) seperti Visual Basic atau Delphi, maka perlu pula diperhatikan langkah-langkah berikut:

1.  Menambahkan obyek-obyek control pada Form seperti EditBox, ComboBox, Button, dll

2.  Mengatur posisi control, properties kontrol (seperti caption, warna, jenis tulisan, dan sebagainya), serta urutan fokus obyek-obyek yang ada pada form.

3.  Pemberian nama obyek kontrol yang sesuai. Misalnya untuk input diameter diberi nama txtDiameter.

4.  Menentukan event-event kontrol yang berpengaruh pada fungsionalitas program

5.  Mulai koding

Menguji coba dan membuat dokumentasi
Setelah selesai implementasi, langkah selanjutnya yaitu menguji program tersebut apakah telah berjalan sesuai dengan tujuannya untuk memberi  solusi dari suatu permasalahan. Apabila program belum berjalan dengan baik, maka kita perlu mengkaji kembali rumusan/algoritma yang telah dibuat pada langkah kedua, serta memperbaiki implementasi program yang mungkin keliru.

Untuk memudahkan dalam memeriksa kesalahan suatu program ataupun memahami jalannya program, kita juga perlu membuat dokumentasi dari program yang dibuat. Dokumentasi tersebut berisi informasi mulai dari tujuan/fungsi program, algoritma program, hingga cara menggunakannya.

Struktur Dalam Bahasa Prosedural

Secara umum, bahasa pemrograman yang berbasiskan prosedur terdiri dari

blok/sub program. yang memiliki dua bagian utama yaitu:

1.  Bagian deklarasi

2.  Bagian Statemen

Deklarasi
Bagian deklarasi merupakan bagian program untuk mendefinisikan tipe data suatu variable, konstanta, serta fungsi dan prosedur yang akan digunakan pada program. Selain itu, bagian deklarasi dapat juga digunakan untuk memberi nilai awal suatu variable. Dengan kata lain, deklarasi digunakan untuk memperkenalkan suatu nama kepada Compiler program.

Sebelum mempelajari tentang deklarasi,perlu dipelajari terlebih dahulu tentang tipe data.

tipe data pada JAVA adalah :

Bil Bulat     ————>     Byte

Short

Int

Long

Bil Pecahan    ———>     Double

Float

Boolean      ————>   True/False

char           ————->    ’…..’

ket : String bukanlah termasuk tipe data dalam JAVA, String merupakan object. Namun String memiliki keunikan yaitu dapat langsung dibuat tanpa harus membuat object.

pembuatan deklarasi variabel :

tipe data(spasi)nama_var;

atau

tipe data(spasi)nama_var=nilai;

contoh :

String nama;

Int umur=39;

Aturan pembuatan deklarasi

1. Harus menggunakan huruf untuk di awal

2. Tidak boleh menggunakan karakter khusus (#,*,@,!,?)

3. Tidak boleh menggunakan karakter putih (spasi,tab, dan enter)

Statement
statement merupakan bagian program yang berisi perintah  yang akan

dieksekusi/dijalankan. Karena itu, statement-statement ini menentukan bagaimana  jalannya program dan bagaimana

suatu nilai variable dimanipulasi/berubah.

Statement dapat dikelompokan menjadi antara lain:

1.  Simple Statement

2.  Compound Statement

3.  Selection Statement

4.  Iteration Statement

1. Simple Statement

Yang digolongkan ke dalam simple statement (statement sederhana) yaitu

statement yang tidak berisi statement lainnya.

2.  Compound Statement

Compound statement (kumpulan statement) adalah sekumpulan statement

yang terdiri dari  statement-statement lain, termasuk juga iteration dan

selection statement yang akan dibahas setelah ini.

3.  Selection Statement

melakukan pemeriksaan nilai/kondisi, yang kemudian akan memilih statement

mana yang akan dieksekusi. Statement ini terdiri dari 2 jenis yaitu: if..then..else

statement dan case/switch statement.

4.  Iteration Statement

Iteration statement digunakan untuk melakukan perulangan sekumpulan

statement (compound statement).
Dosen : Emi Susilowati, S.Kom, ST

Konsep Dasar Pemrograman
Bahasa Pemrograman Vs Bahasa Alami

Secara konsep, pemrograman bisa dikaitkan (dianalogikan) dengan disiplin rekayasa dan bahasa (alami). Kaitan dengan bahasa ini karena:

· Konsep-konsep pemrograman adalah konsep-konsep bahasa pemrograman

· Konsep-konsep bahasa pemrograman dalam beberapa hal mirip dengan konsep-konsep bahasa alami. Yang dimaksud bahasa alami adalah bahasa yang diucapkan sehari-hari antar manusia, yang tidak perlu melibatkan komputer. Seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan sebagainya. Berbekal pemahaman ini kita lihat hal berikut.

· Suatu kalimat dalam bahasa alami beranalogi dengan sebuah peryataan (statement) di bahasa pemrograman.

· Suatu kalimat di bahasa alami diakhiri dengan tanda baca. Sebuah statement di bahasa pemrograman juga diakhiri dengan tandabaca.

Tabulasi dibawah ini memperlihatkan kemiripan bahasa pemrograman dengan bahasa alami. Tabulasi berisi entri – entri yang dimulai dengan satuan yang lebih besar ke satuan yang lebih kecil. Kita mempelajari implementasi konsep-konsep pemrograman urutan yang hampir sama.

Analogi (perbandingan) bahasa alarm vs bahasa pemrograman


Bahasa Alami

Bahasa Pemrograman
Sebuah paragraf terdiri atas satu atau lebih kalimat. Sebuah blok terdiri atas satu atau lebih statement.
Sebuah kalimat diakhiri oleh tanda baca. Sebuah statement diakhiri oleh tandabaca.
Sebuah kalimat bisa terdiri atas kata benda abstrak, kata kerja, kata keadaan dan kata benda nyata. Sebuah statement bisa terdiri atas ipe, operasi, nilai, dan objek.

Penerjemah Bahasa Pemrograman

Untuk menterjemahkan bahasa pemrograman yang kita tulis maka diperlukan Compiler dan Interpreter.

Compiler adalah suatu program yang menterjemahkan bahasa program (source code) ke dalam bahasa objek (object code) secara keseluruhan program.

Interpreter berbeda dengan compiler, Interpreter menganalisis dan mengeksekusi setiap baris dari program tanpa melihat program secara keseluruhan.

Keuntungan dari Interpreter adalah dalam eksekusi yang bisa dilakukan dengan segera. Tanpa melalui tahap kompilasi, untuk alasan ini interpreter digunakan pada saat pembuatan program berskala besar.

Compiler memerlukan waktu untuk membuat suatu program yang dapat dieksekusi oleh komputer. Tetapi, program yang diproduksi oleh Compiler bisa berjalan lebih cepat dibandingkan dengan yang diproduksi oleh Interpreter, dan bersifat independen.

Tabel Perbedaan antara Compiler dan Interpreter.


Compiler

Interpreter
Menterjemahkan secara keseluruhan Menterjemahkan intruksi per intruksi
Bila terjadi kesalahan kompilasi maka source program harus diperbaikai dan dikompilasi ulang Bila terjadi kesalahan interpretasi dapat langsung diperbaiki
Dihasilkan object program Tidak dihasilkan object program
Dihasilkan executable program Tidak dihasilkan executable program
Proses pengerjaan program lebih cepat Proses pengerjaan lebih lambat
Source program tidak di pergunakan, hanya bila untuk perbaikan saja Source program terus dipergunakan
Keamanan dari program lebih terjamin Keamanan dari program kurang terjamin

3. Algoritma Pemrograman

3.1 Element Dasar Pemrograman

Pengenal (variabel) dan Tipe Data
Konstanta
Operator
Statement Input dan Output (I/O)

3.1.1 Pengenal (Variable) Dan Tipe Data

Pengenal (identifier) merupakan nama yang biasa digunakan untuk suatu perubah (variable), konstanta, fungsi, atau obyek lain yang didefinisikan oleh pemrogram.

Aturan yang berlaku bagi suatu identifier secara umum adalah:

Pengenal harus diawali dengan huruf (A .. Z, a .. z)
Dapat berupa huruf, angka (0 .. 9) dan karakter garis bawah(_)
Tidak boleh menggunakan Spasi
Panjang pengenal boleh terdiri lebih dari 32 karakter, akan tetapi hanya 32 karakter pertama yang dianggap berarti.
Case sensitive atau non Case sensitive tergantung bahasa pemrogramannya. Misal C dan C++ adalah case sentitive
3.2 Model Komputasi

Model Komputasi adalah suatu kumpulan dari nilai dan operasi – operasi.

Ada 3 dasar model komputasi :

1. Model Fungsional

Model perhitungan yang fungsional terdiri dari satu set nilai – nilai, fungsi dan operasi aplikasi, fungsi dan komposisi fungsi.

2. Model Logika

Logika model perhitungan terdiri dari suatu set nilai – nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis.

3 Model Imperative

Model perhitungan yang imperative terdiri dari satu set nilai – nilai yang mencakup suatu status dan operasi tugas – tugas untuk memodifikasi status tersebut.

3.3 Definisi Sintaks, Semantik, Pragmatis

Sintaks : Aturan gramatikal / komposisi suatu program yang mengatur tata cara huruf dan karakter lain.

Semantic : Mendefinisikan arti dari program yang benar secara sintaks dari bahasa pemrograman tersebut.

Contoh : int vector[10], Arti semantiknya akan menyebabkan ruang sebanyak 10.

Pragmatis : Menguraikan derajat tingkat sukses dengan suatu bahasa pemrograman kepada model perhitungan dalam kegunaannya untuk para programer.

3.4 Prinsip – Prinsip Design Bahasa Pemrograman

a. Clarity, Simplicity dan Unity

Bahasa pemrograman harus dapat menolong programer untuk membuat suatu desain program jauh sebelum programmer melakukan coding.

Kemudahan, kesederhanaan dan kesatuan merupakan suatu kombinasi yang membantu programmer mengembangkan suatu algoritma sehingga algoritma yang dihasilkan mempunyai kompleksitas yang rendah.

b. Orthogonality

Orthogonality menunjuk kepada suatu atribut yang dapat dikombinasikan dengan beragam fitur bahasa pemrograman sehingga setiap kombinasinya mempunyai arti dan dapat digunakan.

c. Kewajaran

Untuk Aplikasi Bahasa pemrograman membutuhkan syntax yang tepat/cocok yang digunakan pada struktur program untukmerefleksikan struktur logika yang melandasi suatu algoritma.

d. Mendukung Abstraksi

Abstraksi merupakan suatu hal yang substansial bagi programmer untuk membuat suatu solusi dari masalah yang dihadapi.

Kemudian abstraksi tersebut dapat dengan mudah diimplementasikan menggunakan fitur – fitur yang ada dalam bahasa pemrograman.

e. Kemudahan untuk Verifikasi Program

Verifikasi program merupakan hal penting bagi sebuah program karena dengan verifikasi yang mudah maka suatu program akan dengan mudah dibangun dan dikembangkan.

f. Lingkungan Pemrograman

Bahasa pemrograman yang mempunyai lingkungan pemrograman yang baik dan lengkap akan memudahkan programmer untuk mengimplementasikan abstraksi yang sudah disusunnya.

g. Portabilitas Program

Salah satu kriteria penting untuk proyek pemrograman adalah kemudahan program yang sudah jadi untuk dipindah – pindahkan dari komputer yang digunakan untuk membuat dan mengembangkan ke komputer lain yang akan menggunakannya.

h. Biaya Penggunaan

Biaya merupakan elemen penting dalam mengevaluasi suatu bahasa pemrograman.

Ada beberapa biaya yang dapat diukur yaitu :

1. Biaya Eksekusi Program

2. Biaya Translasi/kompilasiProgram

3. Biaya Penciptaan, Testing dan Penggunaan Program

4. Biaya Pemeliharaan Program

3.5 Ukuran Kualitas Program

Sebuah program harus dapat mengerjakan tugasnya dengan benar.
Dapat melakukan tugasnya secara cepat.
Tidak menggunakan banyak sumber daya (processor time, memory, disk capasity, network capacity).
Program mudah dibaca dan dimengerti.
Proses pembuatan program selesai tepat waktu.
Adanya kesalahan tidak mempengaruhi bagian program (error locality).
Mudah pemeliharaannya.
Sebuah program harus independent dan tidak bergantung pada program lain.
dokumentasi baik.

Dosen : Emi Susilowati, S.Kom, ST

PENGENALAN DASAR PEMROGRAMAN

1. Pengenalan Bahasa Pemrograman

1.1 Pengertian Bahasa Pemrograman

Program adalah pernyataan yang disusun menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan masalah.

Pemrograman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman.

Bahasa pemrograman (Bahasa komputer) adalah teknik vinstruksi standar untuk memerintah komputer.

Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Terdapat 3 faktor penting dalam bahasa pemrograman :

1. Sintaks adalah aturan penulisan bahasa tersebut (tata bahasanya).

2. Semantik adalah arti atau maksud yang terkandung didalam statement tersebut.

3. Kebenaran logika adalah berhubungan dengan benar tidaknya urutan statement.

Dalam pengertian luas pemrograman meliputi seluruh kegiatan yang tecakup dalam :

- Pembuatan Program, termasuk analisis kebutuhan (requirement analysis)

- Keseluruhan tahapan dalam perencanaan (Planning), Perancangan (Design), dan Perwujudannya (Implementation).

Dalam pengertian yang lebih sempit, pemrograman merupakan :

- Pengkodean (Coding atau Program Writting = “Penulisan Program”)

- Pengujiannya (testing) berdasarkan rancangan tertentu.

Dalam pengolahan data memerlukan beberapa aspek – aspek dasar yaitu :

A. Brainware

Tenaga pelaksana yang menjalankan serta mengawasi pengoperasian sistem unit komputer didalam proses pengolahan data untuk menghasilkan suatu informasi yang tepat waktu, tepat guna dan akurat.

Contoh : Sistem Analis, Programmer, operator, Technical Support, dll.

B. Hardware

Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat keras komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia (Brainware).

Contoh : CPU, Monitor, Keyboard, Harddisk, Disk drive, dll.

C. Software

Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat lunak program komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia (Brainware).

Contoh : Sistem Software, Application Software, Package Software, dll.

2. Klasifikasi Bahasa Pemrograman

Untuk Klasifikasi Bahasa Pemrograman dibagi menjadi 5 bagian

1. Generasi Pertama

Bahasa yang berorientasi pada mesin. Program disusun menggunakan bahasa mesin/kode mesin. Bahasa Mesin adalah bahasa tingkat rendah yang hanya dipahami oleh komputer. Bahasa mesin ini sangat sulit dipahami oleh orang awam sehingga programmer harus menguasai operasi komputer secara teknis.

Abstraksi bahasa ini adalah kumpulan kombinasi kode biner “0? dan “1? yang sangat tidak alamiah bagi kebanyakan orang – kecuali insinyur pembuat mesin komputer. Karena tidak alamiah bagi kebanyakan orang, bahasa mesin juga disebut bahasa tingkat rendah.

2. Generasi Kedua

Bahasa pemrograman yang menggunakan bahasa rakitan / Assembly. Bahasa Assembly adalah bahasa pemrograman yang menggunakan instruksi yang sama seperti pada bahasa mesin, tetapi instruksi dan variable yang digunakan mempunyai nama sehingga mempermudah proses pemrograman. Karena tidak lagi menggunakan deretan kode biner untuk melakukan pemrograman.

3. Generasi Ketiga

Bahasa pemrograman yang menggunakan pendekatan prosedural. Instruksi program ditulis menggunakan kata-kata yang biasa digunakan oleh manusia. Contoh : WRITE (untuk menampilkan kelayar)

READ (untuk membaca data masukan dari keyboard). Bahasa pada generasi ini disebut juga Bahasa beraras tinggi / High Level Language.

Contoh bahasa pemrogaman ASCAL, FORTRAN, C, COBOL, BASIC dll.

Pada generasi bahasa pemrograman terakhir sekarang ini, kedua cara interpretasi dan kompilasi digabungkan dalam satu lingkungan pengembangan terpadu (IDE = integrated development environment). Cara interpretasi memudahkan dalam pembuatan program secara interaktif dan cara kompilasi menjadikan eksekusi program lebih cepat.

Pertama program dikembangkan interaktif, kemudian setelah tidak ada kesalahan keseluruhan program dikompilasi. Contoh bahasa program seperti ini adalah Visual BASIC yang berbasis BASIC dan Delphi yang berbasis PASCAL.

Bahasa tingkat tinggi bersifat portable. Program yang dibuat menggunakan bahasa tingkat tinggi pada suatu mesin komputer bersistem operasi tertentu, hampir 100% bisa digunakan pada berbagai mesin dengan aneka sistem operasi. Kalaupun ada perbaikan sifatnya kecil sekali.

4. Generasi keempat

Merupakan Bahasa Non-Prosedural. Bahasa pemrograman Generasi Ke-4 dirancang untuk mengurangi waktu pemrogram untuk membuat program sehingga pembuatan program dibuat dengan waktu lebih cepat.

Program ini dapat digunakan oleh pemakai yang kurang mengenal hal-hal teknis pemrograman tanpa perlu bantuan seorang programmer professional.

Contoh : Membuat program database sederhana dengan Microsoft Access.

Bahasa generasi ke-4 disebut juga dengan Very High Level Language atau Problem Oriented Language (bahasa yang berorientasi pada masalah) karena memungkinkan pemakai menyelesaikan masalah dengan sedikit penulisan kode pemrograman dibandingkan dengan bahasa prosedural.

Fasilitas yang tersedia :

Program Generator (untuk membuat aplikasi mudah).
Report Generator (untuk membuat laporan dengan mudah dan cepat)
Bahasa Query (SQL).
Dengan adanya fasilitas ini programmer sedikit dalam menuliskan kode instruksi.

Contoh Bahasa Generasi ke-4: Oracle, Microsoft Access dsb.

5. Generasi kelima

Merupakan bahasa pemrograman yang ditujukan untuk menangani kecerdasan buatan (artificial intelligence-AI). AI adalah disiplin dari ilmu komputer yang mempelajari cara komputer meniru kecerdasan manusia.

Contoh Aplikasi :

Pemrosesan Bahasa Alami : mengatur komputer agar bisa berkomunikasi dengan manusia melalui bahasa manusia.
Aplikasi Sistem Pakar : program komputer yang dapat menghasilkan pemikiran yang setara dengan seorang pakar.
Contoh Bahasa Pemrograman : PROLOG dan LISP.

2.1 Bahasa Pemrograman Berdasarkan Perkembangan

A. Machine Language

Bahasa Pemrograman yang hanya dapat dimengerti oleh mesin (komputer) yang didalamnya terdapat CPU yang hanya mengenal 2 (dua) keadaaan yang berlawanan, yaitu :

- Bila tejadi kontak (ada arus) bernilai 1

- Bila kontak terputus (tidak ada arus) bernilai 0

B. Low Level Language (Bahasa tingkat rendah)

Karena susahnya bahasa mesin, maka dibuatlah simbol yang mudah diingat yang disebut dengan “Mnemonics” (Pembantu untuk mengingat).

Contohnya :

A : Untuk kata Add (Menambahkan)

B : Untuk kata Substract (mengurangi )

Mov : Untuk kata Move ( Memindahkan )

Bahasa Pemrograman yang menerjemahkan Mnemonics disebut Assembler

C. Middle Level Language (Bahasa tingkat menengah)

Bahasa pemrograman yang menggunakan aturan – aturan gramatikal dalam penulisan pernyataan, mudah untuk dipahami dan memilik instruksi – instruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer, Contohnya adalah bahasa C.

D. High Level Language (Bahasa tingkat tinggi)

Bahasa Pemrograman yang dalam penulisan pernyataannya mudah dipahami secara langsung. Bahasa pemrograman ini terbagi menjadi 2, yaitu :

1. Procedure Oriented Language

a. Scientific

Digunakan untuk memecahkan persoalan matematis/perhitungan, misal : Algol, Fortran, Pascal, Basic.

b. Bussines

Digunakan untuk memecahkan persoalan dalam bidang bisnis, misal : Cobol, PL/1.

2. Problem Oriented Language

Misal : RPG (Report Program Generator).

E. Object Oriented Language (Bahasa berorientasi obyek)

Bahasa pemrograman yang berorientasi pada obyek. Bahasa pemrograman ini mengandung fungsi-fungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan program tidak harus menulis secara detail semua pernyataannya, tetapi cukup memasukkan kriteria-kriteria yang dikehendaki saja Contohnya : Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C , dll.

3. Kerangka Dasar Pemrograman

Originating >> Input >> (Process >> << Storage) >> Output >> Distribution