Enam belas tahun.itulah umur Atin ketika dia tamat SLTP.sebagai gadis desa pendidikan setingkat itu sudah termasuk bagus, sementara untuk melanjutkan sekolah orang tuanya tidak mampu membiayai.Ketika Pak lurah melamar untuk putranya ,orang tua Atin langsung menerimanya.

Pada hari pernikahannya Atin begitu gugup dan tegang,sehingga diluar kontrolnya dia kentut dengan suara besar.

Pak lurah sebagai calin mertua menciba menetralisi suasan berkata,"Tidak apa-apa ibu saja dulu begitu pada saat pernikahannya,ternyata dia melahirkan kembar lima."mendengar itu ternyata Atin semakin gugup sehingga tanpa dapat ditahan dia kentut lagi sebanyak lima kali.
  "Oala nak,nak,terlalu banyak anakmu nanti,"ujar Ibunya.