Pada pertukaran pelajar seluruh dunia, dirumah keluarga Subroto menerima seorang murid dari Amerika.

Untuk lebih mengakrabkan hubungan budaya dan keluarga, suatu hari Eko mengajak Robert si pemuda Amerika itu melihat-lihat suasana malam di sekitar taman Monas. Ketika melihat puncak Monas yang terang dimalam hari Robert sebentar-sebentar menggelengkan kepalanya.

"Apa kamu kagum pada emas sebesar itu di atas tugu itu?"

"Ah, tidak."

"Lalu mengapa kamu geleng-geleng kepala?"

"Leher saya cape kalau lama-lama lihat keatas".